Minggu, 24 Oktober 2010

Crystal Garden

Hello all, hari ini saya berkunjung ke Pondok Indah Mall 1. Ya pasti kalian semua udah pada tahu kan. Hari ini saya berkunjung ke gramedianya. Awalnya sih saya cuman mau beli buku renungan, terus temen saya melihat satu barang yang lucu banget. Namanya CRYSTAL GARDEN. Crystal Garden ini mempunyai keunikan tersendiri. Dia adalah sebuah tanaman biasa, tetapi bisa menyala-nyala di dalam kegelapan. Bahasa kerennya "Glow in the dark" gitu hahahahaha. Crystal Garden ini bisa kalian berikan kepada seseorang yang kalian sayang atau kepada siapapun. Karena di luar botolnya ada tulisan kecil seperti "Love", "Missing You", "Thank You", dan sebagainya. Kalau malem pasti ada cahaya-cahayanya loh. Keren, lucu, unik lagi hehehe. Harganya sekitar Rp 139.000,- Agak mahal sih, cuman manfaatnya banyak. Ini dia beberapa gambar tentang Crystal Garden




Some glass

Kamis, 14 Oktober 2010

The Daiso

Hello guys, hari ini saya berkunjung ke tempat di daerah blok m melawai yang bernama "The Daiso". Daiso adalah nama toko kelontong di negara Jepang. Toko Daiso biasa disebut Daiso Hyakuen Shop alias Toko Cepek Daiso, karena semua barangnya seharga 100 yen. Disana anda dapat membeli berbagai barang yang berasal dari Jepang, seperti lampion, kipas Jepang, tempat makan Jepang, payung khas Jepang, dan peralatan lain yang pada umum nya dipakai oleh masyarakat Jepang.Yang paling menarik adalah cara bekerja dari para karyawan yang ada di tempat ini, karena mereka gemar memberi sapaan ketika ada pengunjung yang datang atau pergi dengan bahasa Jepang yang khas. Inilah salah satu barang yang saya beli di toko "The Daiso"



Payung berwarna transparan / bening







Kipas Jepang (sebagai hiasan)
  •  Tampak Samping 






  • Tampak Depan

  • Tampak Belakang


Di toko "The Daiso" ini semua harganya merata, cuman Rp 22.000,00 murah kan? Selain harganya murah, barang-barang yang kita perlukan ada disana. "The Daiso" dapat kita jumpai di Blok M, Jln. Melawai Raya No.28, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160 atau di Mall Artha Gading, Jln. Boulevard Artha Gading Selatan No.1, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14250

Jika kalian kesana jangan heran dengan bahasa dari para karyawan itu ya. Karena mereka juga sangat fasih dalam berbahasa Jepang, China, maupun Korea. Selamat berkunjung ;)))

Minggu, 10 Oktober 2010

Kamis, 07 Oktober 2010

Revolusi Kamera

Revolusi kamera dimulai dengan kamera yang dirancang oleh Oskar Barnack (1 November 1879-16 Januari 1936). Barnack merasa bahwa kamera yang ada terlalu besar dan sangat tidak praktis. Pada tahun 1914 dia menelurkan kamera format 135 yang bahkan sampai pada zaman digital masih dipakai. Format 135 adalah format kamera dengan bidang rekam seluas 24cm x 36cm. Pada era digital ini, dikenal dengan sensor Full Frame 135. Era tersebut berjaya pada era 1920-an sampai awal abad ke-21, format menengah yang disebut format medium masih mengdaptasi bentuk kotak. Yang disebut format medium adalah kamera dengan film yang lebarnya 6 sentimeter. Yang paling menonjol pada format tersebut adalah merek Hasselblad (Swedia) yang bahkan sampai dipakai NASApada beberapa penerbangan pesawat Apollo. Hasselblad pula kamera yang ikut mendarat di Bulan tahun 1969 itu. Pada awal era digital, kamera Hasselblad masih bisa dipakai dengan mengganti magasin filmnya dengan sensor digital, seperti terlihat di foto . Kalaupun revolusi kamera akan terjadi lagi, itu barangkali adalah revolusi kecil yang dimulai Olympus dengan menciptakan format Micro Fourthirds (MFT) yang mngecilkan ukuran bidang rekam, mengecilkan ukuran lensa, serta membuang cermin refleks.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Perbedaan gambar lensa standard dengan lensa telephoto

Anda pasti tidak asing mendengar kata lensa standard atau lensa telephoto atau "tele". Lensa standard dapat digunakan di berbagai keperluan, kecuali kegiatan olahraga. Karena lensa standard tidak dapat mengambil objek secara bergerak maupun jauh. Kebanyakan pelajar atau mahasiswa memakai lensa standard, karena selain pembawaannya yang ringan, lensa standard juga mudah digunakan.  

Berbeda dengan lensa tele atau telephoto. Lensa ini memiliki dapat digunakan pada kegiatan olahraga, mengambil gambar seperti binatang, tumbuhan, dan sebagainya. Kelemahannya, tentu saja kebalikan dari lensa standard yaitu tidak dapat mengambil gambar dengan jarak dekat. 
Masyarakat Indonesia banyak memakai camera canon, karena mudah digunakan dibandingkan dengan kamera nikon. Tetapi masyarakat luar negeri banyak menggunakan camera nikon karena bagi mereka walaupun kamera nikon agak sulit digunakan, seni yang terdapat dalam gambar lebih alami. 
Berikut adalah beberapa gambar yang diambil menggunakan lensa standard :





Add caption



 Dan ini adalah gambar yang diambil menggunakan lensa telephoto